"Anti Korupsi Sejak Dini"
Di sebuah sekolah dasar di desa yang asri di Bali, Putu dan Made belajar tentang arti kejujuran melalui sebuah pengalaman sederhana. Saat jam istirahat, Putu menemukan uang sepuluh ribu rupiah di lantai kelas. Setelah memastikan bahwa uang itu bukan milik mereka, Putu dan Made memutuskan untuk menyerahkannya kepada Ibu Ketut, guru mereka. Sikap jujur tersebut membuat Ibu Ketut bangga dan menjadikannya sebagai contoh nyata bagi seluruh siswa di kelas.
Melalui peristiwa itu, Ibu Ketut menjelaskan kepada murid-muridnya tentang arti korupsi, yaitu mengambil atau menggunakan sesuatu yang bukan menjadi hak kita. Ia juga mengajarkan bahwa korupsi tidak hanya terjadi dalam jumlah besar, tetapi juga dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyontek saat ujian, datang terlambat, atau menyerobot antrean. Dengan bahasa sederhana, para siswa diajak memahami pentingnya kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Ibu Ketut juga mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan ajaran luhur Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir yang benar, berkata yang benar, dan berbuat yang benar. Putu dan Made pun menyadari bahwa melawan korupsi dapat dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Kisah ini mengajarkan bahwa menanamkan nilai kejujuran sejak dini akan membentuk generasi yang berintegritas, adil, dan mampu menjaga kebaikan bagi masyarakat dan bangsa.
Penerbit & Percetakan : CV. Media Abadi